POCONG
![]() |
| Photo by Sander Dewerte on Unsplash |
Akhir-akhir ini di kampungku mendadak geger penampakan pocong setelah terjadi kecelakaan maut. Semua orang melihatnya, kecuali aku--padahal aku juga ingin tahu, gerutuku dalam hati sembari melompat-lompat kecil menyeberangi jalan raya.
ULANG TAHUN
Ketika pulang dari bekerja dan membuka kunci rumah, aku melihat ruangan yang berantakan sudah rapi dan ada kue ulang tahun lengkap dengan lilin di atasnya. Pasti perbuatan pacarku, pikirku sambil meniup api lilin dan membuat permohonan--sampai aku sadar kunci rumah ini hanya ada satu.
ZIARAH
Sore itu selepas bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman, aku pergi ke makam kakek, sebab kemarin malam ada sms yang isinya ungkapan rindu kepadaku. Aku tak berhenti tersenyum sepanjang jalan.
SUATU HARI DI MALAM MINGGU
Terdengar jelas suara langkah cepat
kakiku sebab suasana sungguh sepi. Seorang wanita berteriak kesakitan di
belakangku, tetapi aku terlalu takut untuk melihatnya hingga pisau di
tanganku yang berlumur darah terjatuh tanpa sengaja.
SEHABIS MANDI
Aku berbaring tidur sampai tak ingat apa-apa. Hanya
yang tak kumengerti, perempuan-perempuan itu sibuk menangis melihat para
lelaki shalat berjamaah di sampingku--ah tak ada yang aneh, pikirku
sembari melanjutkan tidur panjangku.
SURAT DARI TUHAN
Baru saja aku menerima surat dari Tuhan, isinya sebentar lagi dunia
kiamat dan aku satu-satunya yang selamat. Aku senang sekali, sampai tak
menyadari sesuatu hal yang penting.
SUBUHKU
Ada
yang bergerak di bawah selimut, menyentuh kakiku, lalu perutku, lalu
dadaku. Aku sibak selimut itu, tapi tak ada apa-apa--barangkali cuma
perasaanku saja ya, kataku pada nenek berbaju merah yang tiba-tiba ada
di samping ranjangku.
(2015)



Lanjutkan karya2 nya :)
BalasHapusMakasih ya
Hapus