Bukan Hanya Kelebihan, Ini 5 Kekurangan Menjadi Seorang PNS!

Setelah sebelumya membicarakan tentang keuntungan menjadi PNS, kali ini akan dibahas mengenai kekurangan menjadi PNS, karena tentu selalu saja ada dua sisi yang berbeda. Memilih untuk menjadi seorang PNS tentu juga ada beberapa kerugiannya.

Salah satu yang paling berbahaya adalah akan dihadapkan dengan berbagai macam godaan untuk mengkorupsi uang negara terutama bagi yang bekerja di lahan-lahan basah seperti pajak dan sebagainya.
Berikut ulasan lengkapnya, sebagai pembelajaran bagi yang ingin menjadi PNS atau yang sudah menjadi PNS dan ingin menjadi lebih baik lagi. Dikutip dari beberapa sumber.

Ilmu Tidak Berkembang

Ilmu ibarat pisau yang semakin tajam bila terus digunakan, tapi semakin tumpul bila tak dipakai. Banyak dari PNS memiliki jobdesk yang menuntutnya terus bekerja di kantor sehingga tidak memiliki waktu untuk mengasah kemampuannya. Padahal, kemampuan seseorang atau kecerdasan merupakan salah satu warisan berharga manusia.

Memang, apa saja yang harus dikerjakan PNS sudah diatur oleh undang-undang. Bahkan, semua pekerjaan sudah terukur sehingga tinggal melaksanakannya saja, sehingga sulit untuk membuat sebuah inovasi. Bagi seseorang yang cinta dengan inovasi, tentu hal ini membosankan.

Berita baiknya, beberapa sektor PNS justru dituntut untuk berinovasi dan berkarya secara kreatif. Contohnya guru atau dosen, tentu harus terus mengembangkan pengetahuan dan wawasannya sehingga mampu mengajarkan anak didiknya dengan baik.

Terbelenggu Dalam Gua

Mungkin terdengar kasar, tetapi menjadi PNS seperti terbelenggu dalam gua, tak mau keluar dan tak bisa ke luar. Prinsipnya sekali PNS sampai mati pun harus tetap PNS. Sedangkan mereka yang bekerja sebagai non-PNS berpeluang merambah dan menggeluti beraneka bidang pekerjaan lain, yang dianggapnya lebih sesuai di hati. Meskipun bisa saja seseorang resign dari PNS dan beralih ke pekerjaan lain.

Selain itu, waktu jam kerjayang sudah teatur tersebut akan membuatmu kehilangan peluang untuk mengembangkan bisnis pribadimu secara optimal mengingat kamu sudah dibebankan dengan kewajiban-kewajiban yang ada sebagai seorang PNS. Karena memang sebagai seorang PNS, sudah merupakan kewajiban untuk mengabdi kepada negara dan bekerja untuk masyarakat.

Kamu juga terkadang perlu mengorbankan waktu luangmu untuk berbagai macam pelatihan yang harus kamu lakukan demi kemajuan karirmu sebagai pegawai negeri sipil. Pelatihan-pelatihan tersebut tidak jarang dilakukan di luar kota sehingga bagi kamu yang memiliki anak, hal ini menjadi sesuatu yang cukup berat untuk dilakukan.

Bekerja sebagai PNS harus terbiasa dengan rutinitas yang stagnan. Tidak salah bila akhirnya harus terbiasa dengan pola 7 pagi dan 5 sore setiap hari Senin hingga Jumat. Bahkan kebiasaan ini harus dijalani hingga 30 tahun lebih hingga masa pensiun di usia 55 hingga 65 tahun.

Beban Tugas dan Stres

PNS sejatinya punya junjungan sumpah yakni Sapta Prasetya Korpri, yang menegaskan kaidah-kaidah moralitas dan etika. Seperti wajib melayani masyarakat sebaik-baiknya, wajib disiplin, larangan menerima sesuatu terkait jabatan, dan sebagainya.

Karena memang, menjadi seorang PNS harus siap untuk mematuhi segala peraturan dan kebijakan yang ada, dan akan selalu dikaitkan dengan berbagai aturan yang melekat. Mulai dari jam kerja, hari kerja, hari libur, gaji, tugas - tugas, absensi dan segala peraturan yang lainnya. Menjadi seorang PNS itu dituntut untuk selalu bekerja keras dan berorientasi kepada aturan pemerintah. Artinya harus selalu mendukung segala jenis peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bila tidak bisa melaksanakan tugas-tugasnya dan menghadapi tekanan yang ada, tentu seseorang akan mengalami stres. Stres terbilang sebagai penyakit yang datang akibat emosi memuncak, pikiran galau dan syaraf mengalami ketegangan luar biasa, dan jika sudah parah mungkin saja bisa mengalami stroke.

Banyak juga faktor lain yang membuat seorang PNS stress. Di antaranya mutasi kerja, gaji yang dipotong tak jelas, karir yang macet, atasan yang tak harmonis, situasi tak sedap di kantor, adanya kecemburuan sosial di antara rekan kerja, bawahan disuruh kerja mati-matian sementara atasan santai-santai, tidak ada lagi yang mesti dikerjakan di kantor tapi jika keluar kantor sekadar jalan-jalan takut dan cemas ditangkap aparat, ingin memprotes kecurangaan atasan takut tetapi bila dibiarkan hati menjadi risau.

Selain itu juga, PNS senantiasa disibukkan dengan berbagai macam jenis pemberkasan. Artinya ketika kamu sudah memutuskan untuk menjadi seorang PNS maka anda harus bersiap dengan segala macam pemberkasanannya. 

Memang, tidak hanya PNS saja yang merasakan itu semua. Pekerjaan yang lain pun sama saja, bahkan bisa lebih parah dari itu. Jadi tergantung darimu dalam memanage masalah dan rintangan-rintangan yang ada.

Tidak Membuatmu Cepat Kaya

Untuk masalah gaji, PNS bukan pilihan yang tepat jika kamu ingin cepat kaya. Karena gaji seorang Pegawai Negeri Sipil di Indonesia seluruhnya sama, yang membedakan hanyalah intensif dan tunjangannya. PNS memiliki gaji yang diatur melalui empat golongan, mulai dari golongan I hingga golongan IV. Tentunya golongan ini diatur dari tingkat pendidikan yang sudah diselesaikan, dan disesuaikan dengan golongan PNS. Jadi, jangan mengeluh bila sudah S-2 tapi gajinya biasa-biasa saja, karena lulusan S-3 saja baru masuk golongan Penata/III C.

Meskipun begitu, setiap bulannya kamu akan digaji terus menerus sampai pensiun, ditambah tunjangan-tunjangan lainnya yang banyak, cukup untuk membuat banyak orang tertarik untuk menjadi PNS.

Jadi PNS Harus Siap Dipindahkan Ke Mana Saja

Karena mengabdi untuk negara, setiap tiga atau lima tahun sekali, para PNS dengan Surat Keputusan Pusat harus siap dipindahkan ke mana saja. Bahkan, bisa saja mereka berganti jabatan menuju jabatan lebih tinggi, tetap pada jabatan yang lama, atau diturunkan ke jabatan di bawahnya, dengan sedikit perubahan gaji pada tempat baru. Namun, seluruh biaya kepindahan ini akan ditanggung oleh negara, karena dihitung bertugas. Jadi, sudah siap mengabdi pada negara?


Sumber: lebihdankurang.blogspot.com, riaupos.co, lifestyle.liputan6.com, www.cekaja.com

Posting Komentar