Di hari sekolah yang sudah sibuk, mencari waktu untuk membangun karakter siswa di sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, sekolah adalah struktur sosial pertama yang ditemui anak-anak, dan ini memberi kesempatan yang bagus untuk membangun karakter.
Sekolah bukan hanya tentang konsep belajar; Ini juga merupakan tempat di mana fondasi anak dapat dibangun untuk menjadi orang dewasa yang terhormat. Setiap sekolah harus mengajarkan tentang rasa hormat, jujur dan tulus kepada semua siswa. Entah mereka suka atau tidak, guru merupakan panutan bagi siswa dan bisa memberi contoh karakter bagus setiap hari di kelas. Siswa memperhatikan apa yang guru lakukan, katakan, toleransi, dan bagaimana mereka menangani tantangan.
Sekolah bukan hanya tentang konsep belajar; Ini juga merupakan tempat di mana fondasi anak dapat dibangun untuk menjadi orang dewasa yang terhormat. Setiap sekolah harus mengajarkan tentang rasa hormat, jujur dan tulus kepada semua siswa. Entah mereka suka atau tidak, guru merupakan panutan bagi siswa dan bisa memberi contoh karakter bagus setiap hari di kelas. Siswa memperhatikan apa yang guru lakukan, katakan, toleransi, dan bagaimana mereka menangani tantangan.
![]() |
| Photo by CDC on Unsplash |
Namun, membangun karakter juga bisa dilakukan secara proaktif melalui tindakan dan aktivitas yang direncanakan di dalam kelas. Kegiatan kelas ini akan mendorong siswa untuk mengembangkan dan menerapkan prinsip dan perilaku etis berkualitas yang dapat bertahan jauh melampaui kelas. Berikut adalah tujuh cara untuk membantu membangun karakter di dalam kelas.
Salah satu cara untuk mengatasi pilar ini adalah memilih satu pilar per bulan dan menemukan cara untuk menyorotinya. Buat kolase interaktif di papan buletin di kelas. Menetapkan proyek penulisan kreatif pada topik, mendorong siswa untuk menjelajahinya. Bagaimana mereka mendefinisikan kepercayaan, rasa hormat, atau integritas? Berfokus pada satu pilar per bulan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesadaran akan ciri-ciri karakter yang dapat mereka capai dalam membangun dirinya sendiri. Siswa juga bisa membaca buku yang menurut kamu bisa mewujudkan sifat itu, atau tampil dengan slogan pribadinya tentang hal itu.
Merupakan tanggung jawab kamu sebagai guru untuk menetapkan peraturan yang sesuai untuk perilaku kelas. Jelas tentang aturan dasar. Tentukan apa yang kamu harapkan dari siswamu, dan apa yang tidak dapat diterima. Bahas peraturan dengan siswa, serta sifat karakter yang diwujudkan dan dibangun oleh setiap peraturan. Pastikan untuk menjadi contoh yang bagus juga. Lengkapi pekerjaanmu sendiri tepat waktu, jadilah rapi dan tepat waktu, dan selalu tunjukkan rasa hormat kepada orang lain.
Kamu bahkan dapat mengizinkan siswa untuk menyarankan peraturan bermanfaat yang bisa menguntungkan kelas. Cobalah dan tetap bersikap positif; Puji siswa yang menunjukkan perilaku baik dan karakter yang baik. Buat bagi mereka model peran positif di dalam kelas. Kamu bisa menggunakan sistem penghargaan untuk perilaku baik seperti poin atau bintang emas. Kredit yang diperoleh bisa ditukar dengan hadiah atau semacamnya.
Pilar Karakter
Telah dikatakan bahwa karakter dapat diukur dengan apa yang akan dilakukan jika tidak ada yang melihat. Karakter sejati ditanamkan pada tingkat yang dalam agar perilaku positif itu otomatis dilakukan. Josephson Institute of Ethics mendefinisikan pilar utama karakter untuk mencakup: kepercayaan, tanggung jawab, rasa hormat, perhatian, keadilan dan kewarganegaraan. Keberanian, ketekunan, dan integritas terkadang juga disertakan.Salah satu cara untuk mengatasi pilar ini adalah memilih satu pilar per bulan dan menemukan cara untuk menyorotinya. Buat kolase interaktif di papan buletin di kelas. Menetapkan proyek penulisan kreatif pada topik, mendorong siswa untuk menjelajahinya. Bagaimana mereka mendefinisikan kepercayaan, rasa hormat, atau integritas? Berfokus pada satu pilar per bulan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesadaran akan ciri-ciri karakter yang dapat mereka capai dalam membangun dirinya sendiri. Siswa juga bisa membaca buku yang menurut kamu bisa mewujudkan sifat itu, atau tampil dengan slogan pribadinya tentang hal itu.
Merupakan tanggung jawab kamu sebagai guru untuk menetapkan peraturan yang sesuai untuk perilaku kelas. Jelas tentang aturan dasar. Tentukan apa yang kamu harapkan dari siswamu, dan apa yang tidak dapat diterima. Bahas peraturan dengan siswa, serta sifat karakter yang diwujudkan dan dibangun oleh setiap peraturan. Pastikan untuk menjadi contoh yang bagus juga. Lengkapi pekerjaanmu sendiri tepat waktu, jadilah rapi dan tepat waktu, dan selalu tunjukkan rasa hormat kepada orang lain.
Kamu bahkan dapat mengizinkan siswa untuk menyarankan peraturan bermanfaat yang bisa menguntungkan kelas. Cobalah dan tetap bersikap positif; Puji siswa yang menunjukkan perilaku baik dan karakter yang baik. Buat bagi mereka model peran positif di dalam kelas. Kamu bisa menggunakan sistem penghargaan untuk perilaku baik seperti poin atau bintang emas. Kredit yang diperoleh bisa ditukar dengan hadiah atau semacamnya.
Dorong Teladan yang Baik
Siswa memilih model dari seorang guru atau orang dewasa dan seharusnya itu membantu mereka dalam mengembangkan karakter. Berusahalah untuk menunjukkan tokoh positif dalam sejarah, sastra, sains dan seni. Sengaja mengajarkan tentang orang yang bisa ditiru oleh siswamu. Mintalah siswa mendeskripsikan, menilai dan mencocokkan ciri dan perilaku orang-orang ini atau karakter terpuji dalam cerita fiksi. Mereka bahkan bisa mendramatisasi beberapa elemen cerita atau mengubahnya untuk memungkinkan karakter membuat pilihan yang lebih baik. Bicarakan soal perilaku pemimpin dunia saat ini, tokoh olah raga dan selebritis juga. Tanyakan kepada siswa apakah kata-kata seseorang cocok dengan tindakan mereka. Diskusikan bagaimana kehidupan meningkat dengan karakter yang baik.Meminta Hormat
Kelasmu harus teguh pada dasar rasa hormat. Rasa hormat dan respek terhadap orang lain adalah dasar dari semua karakter positif lainnya. Negatif dan penyalahgunaan dalam bentuk apapun tidak boleh ditolerir, dan mendapat konsekuensi yang tepat. Buat kampanye anti-intimidasi dan pahamilah kebajikan memperlakukan semua teman sekelas dengan hormat dan bermartabat.Bangun Komunitas yang Peduli
Sikap peduli dapat didorong dengan tidak mentolerir bullying dengan serangan nama panggilan dan karakter atau intimidasi. Pastikan semua siswa dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran. Jelaskan konsep "tindakan acak kebaikan" dan berikan penghargaan kepada siswa saat mereka menunjukkannya.Kesukarelaan
Luangkan waktu di kelasmu untuk menyoroti kebajikan dan pentingnya kesukarelaan. Mulai program relawan di kelas dan sekolahmu. Izinkan siswa membaca atau mengajari anak-anak yang lebih muda, membantu lab komputer, membantu di bank makanan lokal, membantu pemahaman bacaan atau memberikan dukungan bagi siswa yang baru sembuh dari penyakit atau cedera.
Kamu dapat mengumpulkan sumbangan untuk tujuan yang layak, bahkan mungkin yang melayani anak-anak. Contohnya adalah The Smile Train, yang menawarkan operasi gratis untuk anak-anak miskin yang memiliki bibir sumbing. Siswa dapat mengatur dan melakukan proyek daur ulang, melakukan pekerjaan untuk mendapatkan sumbangan, dll.
Karakter dalam Aksi Nyata
Sepanjang tahun ajaran, guru bisa menantang siswa untuk menciptakan proyek kelas yang bisa bermanfaat bagi sekolah atau masyarakat. Curahkan gagasan yang menumbuhkan Pilar Karakter yang dibahas di tips no. 1 dan mengupayakan semangat masyarakat yang kuat. Mintalah siswa yang lebih tua mengelola proyek-proyek ini. Bekerjalah dengan siswa untuk merencanakan langkah-langkah yang diperlukan. Mintalah dukungan orang tua dan masyarakat; Mintalah sponsor atau sumbangan sesuai kebutuhan.
Ini hanya beberapa saran untuk membangun karakter siswa di sekolah. Namun, sebenarnya ada banyak kesempatan untuk melakukannya sepanjang hari di sekolah. Gunakan imajinasimu - langit adalah batasnya.
Sumber: education.cu-portland.edu



Posting Komentar