Sampai sekarang masih banyak dari guru dan mahasiswa pendidikan yang masih bingung membedakan model, metode, strategi, pendekatan dan teknik pembelajaran yang merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia pendidikan. Bahkan tidak sedikit yang masih menyamakan model dengan metode, strategi dengan teknik, dan lain sebagainya. Bahkan penggunaan istilah-istilah yang keliru tersebut merambah ke ranah lain khususnya dalam skripsi, artikel, atau karya ilmiah lainnya.
![]() |
| Photo by Jo Szczepanska on Unsplash |
Terdapat persamaan antara pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Secara umum semua istilah tersebut berarti cara. Cara adalah suatu bentuk perbuatan yang dilakukan individu tetapi tidak secara terus menerus. Dalam konteks pembelajaran, cara adalah segala hal yang dilakukan dalam suatu proses pembelajaran. Jadi bagaimana yang benar secara teori, berikut ulasannya, dikutip dari berbagai sumber.
Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered approach dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru atau teacher centered approach.
Sumber lain mengatakan, pendekatan dalam pembelajaran yang ada dan berkembang pada saat ini berakar dari empat pendekatan berikut, yakni nativisme, behavioristik, pragmatik dan interaksionis. Aliran nativisme fokus pada kemampuan dalam diri seorang anak yang ada sejak lahir, sehingga faktor lingkungan kurang berpengaruh bagi kemampuan siswa. Maka, guru menganggap bahwa siswa sudah memiliki modal yang kemudian bisa dikembangkan dan dioptimalkan.
Behavioristik adalah teori perkembangan perilaku yang dapat diukur, diamati, dan dihasilkan oleh respon terhadap rangsangan. Semakin banyak rangsangan itu diberikan maka semakin kuat juga respon yang muncul. Jadi, guru menganggap bahwa siswa belum memiliki apapun sebagai modal awal, sehingga harus diajarkan dari hal paling dasar sekalipun.
Strategi exposition-discovery learning menekankan pada proses penyampaian materi langsung dari seorang guru kepada siswa. Oleh karenanya, strategi pembelajaran ini berorientasi pada guru, karena guru memiliki peranan dominan dalam proses pembelajaran. Dalam strategi ini guru sudah menyiapkan materi yang tepat sehingga siswa hanya tinggal memperhatikan dan mencerna materi tersebut. Pada strategi ini pula guru cenderung memilih metode seperti metode ceramah dan demonstrasi. Guru menggunakan media sebagai pendukung pembelajaran secara langsung. Strategi ini cocok untuk materi yang berorientasi kognitif atau pengetahuan.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan adalah cara pandang. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan merupakan cara memandang suatu proses pembelajaran. Pendapat lain mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered approach dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru atau teacher centered approach.
Sumber lain mengatakan, pendekatan dalam pembelajaran yang ada dan berkembang pada saat ini berakar dari empat pendekatan berikut, yakni nativisme, behavioristik, pragmatik dan interaksionis. Aliran nativisme fokus pada kemampuan dalam diri seorang anak yang ada sejak lahir, sehingga faktor lingkungan kurang berpengaruh bagi kemampuan siswa. Maka, guru menganggap bahwa siswa sudah memiliki modal yang kemudian bisa dikembangkan dan dioptimalkan.
Behavioristik adalah teori perkembangan perilaku yang dapat diukur, diamati, dan dihasilkan oleh respon terhadap rangsangan. Semakin banyak rangsangan itu diberikan maka semakin kuat juga respon yang muncul. Jadi, guru menganggap bahwa siswa belum memiliki apapun sebagai modal awal, sehingga harus diajarkan dari hal paling dasar sekalipun.
Pragmatik merupakan aliran yang memandang bahwa kriteria kebenaran sesuatu adalah ketika membawa suatu hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Maka, guru mengedapankan kebermaknaan dan keberfungsian dalam pembelajaran untuk kehidupan sehari-hari siswa.
Interaksionis memandang pentingnya suatu interaksi sosial dalam kehidupan manusia, dalam hal ini para siswa. Siswa memiliki bakat sejak lahir dan memerlukan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkannya. Maka, guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam menyiapkan lingkungan belajar yang mendukung serta membimbing siswa untuk belajar.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning seperti yang dikemukakan oleh Rowntree dalam tulisan Wina Senjaya tahun 2008. Dua jenis strategi pembelajaran inilah yang kini berkembang menjadi strategi pembelajaran lainnya. seperti contohnya strategi ekspositori klasikal, strategi heuristik, strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Interaksionis memandang pentingnya suatu interaksi sosial dalam kehidupan manusia, dalam hal ini para siswa. Siswa memiliki bakat sejak lahir dan memerlukan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkannya. Maka, guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam menyiapkan lingkungan belajar yang mendukung serta membimbing siswa untuk belajar.
Strategi Pembelajaran
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan, selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Strategi atau siasat adalah serangkaian cara untuk mencapai satu tujuan tertentu. Maka penting memanfaatkan seluruh sumber daya pembelajaran yang ada. Dalam konteks pembelajaran, strategi adalah cara-cara yang dilakukan untuk mencapai satu tujuan pembelajaran, atau dengan kata lain keseluruhan hal yang dipilih dan dilakukan oleh guru sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Strategi pembelajaran ini bersifat konseptual. Strategi pembelajaran dapat berupa pemilihan metode, gaya mengajar, bahan ajar, materi, situasi kelas, penggunaan variasi, dan media.Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning seperti yang dikemukakan oleh Rowntree dalam tulisan Wina Senjaya tahun 2008. Dua jenis strategi pembelajaran inilah yang kini berkembang menjadi strategi pembelajaran lainnya. seperti contohnya strategi ekspositori klasikal, strategi heuristik, strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi exposition-discovery learning menekankan pada proses penyampaian materi langsung dari seorang guru kepada siswa. Oleh karenanya, strategi pembelajaran ini berorientasi pada guru, karena guru memiliki peranan dominan dalam proses pembelajaran. Dalam strategi ini guru sudah menyiapkan materi yang tepat sehingga siswa hanya tinggal memperhatikan dan mencerna materi tersebut. Pada strategi ini pula guru cenderung memilih metode seperti metode ceramah dan demonstrasi. Guru menggunakan media sebagai pendukung pembelajaran secara langsung. Strategi ini cocok untuk materi yang berorientasi kognitif atau pengetahuan.
Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian proses pembelajaran yang menuntut cara berfikir kritis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang ditanyakan. Strategi ini mengharuskan siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Strategi ini berfokus pada siswa. Maka dari itu, guru harus mempersiapkan secara matang skenario pembelajaran agar siswa dapat mengeksplorasi sendiri suatu konsep atau jawaban dari suatu permasalahan dari sumber-sumber belajar yang ada. Seperti memilih metode diskusi, pemberian tugas, eksperimen, atau tanya jawab. Guru bertugas memastikan bahwa siswa terfasilitasi selama proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Banyak sekali contoh dari metode diantaranya: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, latihan, karyawisata, eksperimen, bermain peran, sosiodrama, dan lain-lain. Guru harus mampu memilih mana metode yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan materi serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, karena masing-masing metode tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Tidak setiap materi dapat optimal disampaikan melalui metode pembelajaran tertentu.
Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana atau strategi pembelajaran yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Satu metode pembelajaran ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan.Banyak sekali contoh dari metode diantaranya: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, latihan, karyawisata, eksperimen, bermain peran, sosiodrama, dan lain-lain. Guru harus mampu memilih mana metode yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan materi serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, karena masing-masing metode tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Tidak setiap materi dapat optimal disampaikan melalui metode pembelajaran tertentu.
Sumber: tintapendidikanindonesia.com, herdy07.wordpress.com, akhmadsudrajat.wordpress.com, rantaiguru.blogspot.co.id, civitas.uns.ac.id



Posting Komentar