Negeri Thailand menyimpan segudang kebudayaan, cerita, dan hal-hal yang menarik. Bisa dilihat dari begitu banyaknya film-film yang bagus dari Thailand, terutama film-film horornya. Tetapi cerita ini bukan cerita horor. Lantas cerita apa? Baiknya dibaca saja, berikut cerita rakyat dari Thailand berjudul 12 Saudara Perempuan.
Tapi, Mery telah meninggal. Selama menunggu lama Mery telah menumpahkan begitu banyak air mata bahkan sampai menjadi buta. Sebelum Mery meninggal, dia bersumpah akan mengikuti Prarot di setiap reinkarnasi masa depan. Kemudian dia meninggal dengan neneknya menangis di sisinya dan dikelilingi oleh pelayannya.
Ketika Prarot tiba ke kerajaan raksasa ia menyadari itu sudah terlambat. Prarot mendengar tentang sumpahnya dan membawa tubuh istrinya. Prarot akhirnya meninggal sambil membawa istrinya dalam pelukan. Akhirnya, roh mereka terbang bersama-sama untuk reinkarnasi di kehidupan berikutnya di mana mereka akan bersatu lagi.
Sumber: thaisquad.wordpress.com
***
Alkisah ada seorang keluarga yang kaya raya, mereka mencoba memiliki keturunan seorang anak laki-laki. Namun setiap mereka mencoba punya anak, sang ibu selalu melahirkan anak perempuan. Sang ibu mengatakan untuk selalu berusaha melahirkan anak laki-laki, namun ternyata hingga 12 kali mengandung istri tersebut tetap melahirkan anak perempuan. Pada saat itu kondisi keluarga itu juga semakin hari mengalami kebangkrutan walaupun ia mencoba membuat bisnis baru, keluarga ini tetap semakin miskin.
Keadaan tersebut menurut sang ayah menyusahkan hidup mereka karena harus memberi banyak makanan kepada 12 anaknya, ibu, dan ayah sendiri. Akhirnya sang ayah ini ingin membuang semua anaknya di hutan. Namun ide jahatnya ini diketahui oleh anaknya yang paling kecil, Phao. Setelah dibawa ke hutan ayah ini pergi dan tidak kembali. Semua saudara Phao begitu panik, namun akhirnya bisa kembali pulang ke rumah karena Phao membuat penunjuk arah pulang.
Alkisah ada seorang keluarga yang kaya raya, mereka mencoba memiliki keturunan seorang anak laki-laki. Namun setiap mereka mencoba punya anak, sang ibu selalu melahirkan anak perempuan. Sang ibu mengatakan untuk selalu berusaha melahirkan anak laki-laki, namun ternyata hingga 12 kali mengandung istri tersebut tetap melahirkan anak perempuan. Pada saat itu kondisi keluarga itu juga semakin hari mengalami kebangkrutan walaupun ia mencoba membuat bisnis baru, keluarga ini tetap semakin miskin.
Keadaan tersebut menurut sang ayah menyusahkan hidup mereka karena harus memberi banyak makanan kepada 12 anaknya, ibu, dan ayah sendiri. Akhirnya sang ayah ini ingin membuang semua anaknya di hutan. Namun ide jahatnya ini diketahui oleh anaknya yang paling kecil, Phao. Setelah dibawa ke hutan ayah ini pergi dan tidak kembali. Semua saudara Phao begitu panik, namun akhirnya bisa kembali pulang ke rumah karena Phao membuat penunjuk arah pulang.
![]() |
| Photo by Mathew Schwartz on Unsplash |
Setelah pulang ke rumah tentu ayah ini terkejut 12 anaknya bisa kembali. Tak kehabisan akal, ayah ini membawanya pergi ke hutan dan kali ini 12 anaknya tidak bisa kembali. 12 saudara ini semakin tersesat di hutan hingga akhirnya menemukan sebuah danau. Semua saudara ini menangkap ikan dan mencoblos kedua mata ikan tersebut dengan ranting tajam, sedangkan Phao hanya menusuk satu mata ikan tersebut
Akhirnya 12 saudara tiba di kerajaan Yaksha, di mana raksasa wanita bernama Santhumala melihat gadis-gadis kelelahan dan kurus beristirahat di bawah pohon dan memutuskan untuk mengadopsi mereka. Wanita raksasa mengubah diri menjadi manusia, seorang wanita cantik dan membawa dua belas saudara ke rumahnya. Selama bertahun-tahun dia memperlakukan mereka sebagai anak sendiri dan di bawah asuhannya dua belas gadis tumbuh menjadi wanita muda yang cantik.
Suatu hari, Santhumala sedang berburu jauh, dua belas saudara bertemu dengan seorang tua yang mengatakan kepada mereka bahwa Santhumala bukanlah manusia, melainkan seorang raksasa yang suka makan wanita muda seperti mereka. Sehingga 12 saudara tersebut melarikan diri dari kerajaan raksasa dan berjalan selama berhari-hari sampai mereka tiba ke sungai di mana mereka mandi. Raja lokal melihat dua belas wanita bermain air dan jatuh cinta dengan mereka. Jadi dia membawa mereka ke istananya dan menikah dengan dua belas bersaudara.
Ketika Santhumala kembali dan melihat anak asuhnya telah pergi, ia begitu marah. Santhumala mencari mereka hingga ke kerajaan lokal. Santhumala menjelma menjadi wanita yang lebih cantik dari 12 saudara tersebut. Sang raja terpikat dan akhirnya menikahi Santhumala dan menjadikannya seorang ratu. Balas dendam tak sampai disitu, Santhumala berpura-pura sakit karena perlakuan 12 saudara dan cara menyembuhkannya adalah sari-sari dari mata 12 saudara tersebut.
Akhirnya sang raja mematuhi permintaan Santhumala dan mencabut 12 mata saudara tersebut, kecuali Phao hanya tercabut 1 mata. 12 saudara dibuang ke gua dan dibiarkan kelaparan. Pada saat itu juga, 12 saudara tersebut sedang hamil namun nasib naas semua anak mereka meninggal saat melahirkan. Untuk bertahan hidup, bayi yang meninggal dijadikan santapan untuk saudara tersebut. Namun Phao, melahirkan bayi yang sehat dan hidup. Phao mengatakan bahwa bayinya telah meninggal namun ia merawatnya dengan baik. Anak laki-lakinya ia beri nama Pra Rothasen (Prarot).
Akhirnya 12 saudara tiba di kerajaan Yaksha, di mana raksasa wanita bernama Santhumala melihat gadis-gadis kelelahan dan kurus beristirahat di bawah pohon dan memutuskan untuk mengadopsi mereka. Wanita raksasa mengubah diri menjadi manusia, seorang wanita cantik dan membawa dua belas saudara ke rumahnya. Selama bertahun-tahun dia memperlakukan mereka sebagai anak sendiri dan di bawah asuhannya dua belas gadis tumbuh menjadi wanita muda yang cantik.
Suatu hari, Santhumala sedang berburu jauh, dua belas saudara bertemu dengan seorang tua yang mengatakan kepada mereka bahwa Santhumala bukanlah manusia, melainkan seorang raksasa yang suka makan wanita muda seperti mereka. Sehingga 12 saudara tersebut melarikan diri dari kerajaan raksasa dan berjalan selama berhari-hari sampai mereka tiba ke sungai di mana mereka mandi. Raja lokal melihat dua belas wanita bermain air dan jatuh cinta dengan mereka. Jadi dia membawa mereka ke istananya dan menikah dengan dua belas bersaudara.
![]() |
| Photo by Mg Cthu on Unsplash |
Ketika Santhumala kembali dan melihat anak asuhnya telah pergi, ia begitu marah. Santhumala mencari mereka hingga ke kerajaan lokal. Santhumala menjelma menjadi wanita yang lebih cantik dari 12 saudara tersebut. Sang raja terpikat dan akhirnya menikahi Santhumala dan menjadikannya seorang ratu. Balas dendam tak sampai disitu, Santhumala berpura-pura sakit karena perlakuan 12 saudara dan cara menyembuhkannya adalah sari-sari dari mata 12 saudara tersebut.
Akhirnya sang raja mematuhi permintaan Santhumala dan mencabut 12 mata saudara tersebut, kecuali Phao hanya tercabut 1 mata. 12 saudara dibuang ke gua dan dibiarkan kelaparan. Pada saat itu juga, 12 saudara tersebut sedang hamil namun nasib naas semua anak mereka meninggal saat melahirkan. Untuk bertahan hidup, bayi yang meninggal dijadikan santapan untuk saudara tersebut. Namun Phao, melahirkan bayi yang sehat dan hidup. Phao mengatakan bahwa bayinya telah meninggal namun ia merawatnya dengan baik. Anak laki-lakinya ia beri nama Pra Rothasen (Prarot).
Prarot tumbuh menjadi pria dewasa dan hidup menyambung ayam. Ia mendapatkan uang dan membelikan makanan bagi ibu dan bibi-bibinya. Ketika raja mendengar tentang Prarot, dia mengundangnya ke istana di mana ia bermain dadu dengan raja menampilkan keahlian.
Santhumala mengetahui bahwa 12 saudara masih hidup dan dia marah. Sekali lagi Santhumala pura-pura sakit dan mengatakan kepada raja bahwa hanya buah tertentu yang tumbuh di kerajaannya bisa menyembuhkannya. Dia juga mengatakan kepada raja bahwa hanya Prarot akan mampu untuk mengambilnya. Jadi dia menulis surat berikut kepada anak angkatnya, Mery, dalam bahasa raksasa: “Jika pemuda ini tiba ke kerajaan kami di pagi hari, makan dia di pagi hari, tetapi jika ia tiba di malam hari, makan dia di malam hari.”
Saat perjalanan, Prarot bertemu dengan seorang pertapa yang memberikan kuda dengan ramah tamah. Prarot pun selama perjalanan tertidur dan tidak sadar bahwa surat yang tertera pun berganti dari kata “memakan” menjadi “menikahi”.
Saat tiba di kerajaan raksasa Prarot langsung pergi ke Mery dan menunjukkan surat itu padanya. Meri terkejut dan senang saat melihat pemuda yang tampan dan Mery jatuh cinta dengan Prarot. Mereka akhirnya merayakan pernikahannya dengan seperti yang diarahkan.
Mery adalah seorang wanita yang baik hati dan Phra Rothasen yang tinggal bersamanya sangat bahagia, tapi ia ingat ibunya yang buta dan bibi yang masih tinggal di gua yang gelap. Berada di istana raksasa, Mery telah memberitahu Prarot tentang obat-obatan sihir tertentu yang disimpan di ruang terkunci termasuk mata milik ibu Prarot dan bibinya. Kemudian Prarot berencana untuk membuat Mery tertidur dengan minum anggur dan mengambil mata untuk ibu dan bibinya.
Setelah Mery sedang tidur, Prarot mencuri banyak obat-obatan dan mata dari ruang terkunci. Meri bangun dan mencari suaminya tapi dia melihat Prarot menunggang kuda terbangnya. Mery tiba-tiba berubah menjadi raksasa dan mengikuti Prarot sambil menangis dan memanggilnya dengan suara nyaring. Untuk menghentikannya, Prarot melemparkan sebuah tongkat yang mengubah jarak antara mereka menjadi danau dan gunung. Melihat suaminya melarikan diri dari Mery, dia meratap putus asa, meminta Prarot untuk berhenti. Prarot tergerak oleh jeritan sedih dan menjawab bahwa dia akan kembali setelah ia menyelesaikan misi yang mendesak. Kemudian Prarot terbang dan meninggalkan Mery dengan patah hati, menangis pahit di tepi danau.
Prarot kembali ke kotanya dan membunuh Santhumala dengan sihir. Prarot kemudian pergi ke gua yang gelap dan dalam lalu menyembuhkan mata ibunya dan bibi-bibinya dengan sihir khusus. Ibu dan bibinya meninggalkan gua mereka yang dalam dan kembali dengan raja. 12 saudara mengundang Prarot untuk tinggal di istana lagi tapi Prarot mengatakan bahwa Prarot harus kembali karena Mery menunggunya.
Santhumala mengetahui bahwa 12 saudara masih hidup dan dia marah. Sekali lagi Santhumala pura-pura sakit dan mengatakan kepada raja bahwa hanya buah tertentu yang tumbuh di kerajaannya bisa menyembuhkannya. Dia juga mengatakan kepada raja bahwa hanya Prarot akan mampu untuk mengambilnya. Jadi dia menulis surat berikut kepada anak angkatnya, Mery, dalam bahasa raksasa: “Jika pemuda ini tiba ke kerajaan kami di pagi hari, makan dia di pagi hari, tetapi jika ia tiba di malam hari, makan dia di malam hari.”
Saat perjalanan, Prarot bertemu dengan seorang pertapa yang memberikan kuda dengan ramah tamah. Prarot pun selama perjalanan tertidur dan tidak sadar bahwa surat yang tertera pun berganti dari kata “memakan” menjadi “menikahi”.
Saat tiba di kerajaan raksasa Prarot langsung pergi ke Mery dan menunjukkan surat itu padanya. Meri terkejut dan senang saat melihat pemuda yang tampan dan Mery jatuh cinta dengan Prarot. Mereka akhirnya merayakan pernikahannya dengan seperti yang diarahkan.
Mery adalah seorang wanita yang baik hati dan Phra Rothasen yang tinggal bersamanya sangat bahagia, tapi ia ingat ibunya yang buta dan bibi yang masih tinggal di gua yang gelap. Berada di istana raksasa, Mery telah memberitahu Prarot tentang obat-obatan sihir tertentu yang disimpan di ruang terkunci termasuk mata milik ibu Prarot dan bibinya. Kemudian Prarot berencana untuk membuat Mery tertidur dengan minum anggur dan mengambil mata untuk ibu dan bibinya.
Setelah Mery sedang tidur, Prarot mencuri banyak obat-obatan dan mata dari ruang terkunci. Meri bangun dan mencari suaminya tapi dia melihat Prarot menunggang kuda terbangnya. Mery tiba-tiba berubah menjadi raksasa dan mengikuti Prarot sambil menangis dan memanggilnya dengan suara nyaring. Untuk menghentikannya, Prarot melemparkan sebuah tongkat yang mengubah jarak antara mereka menjadi danau dan gunung. Melihat suaminya melarikan diri dari Mery, dia meratap putus asa, meminta Prarot untuk berhenti. Prarot tergerak oleh jeritan sedih dan menjawab bahwa dia akan kembali setelah ia menyelesaikan misi yang mendesak. Kemudian Prarot terbang dan meninggalkan Mery dengan patah hati, menangis pahit di tepi danau.
![]() |
| Photo by Alejandro Cartagena 🇲🇽🏳🌈 on Unsplash |
Prarot kembali ke kotanya dan membunuh Santhumala dengan sihir. Prarot kemudian pergi ke gua yang gelap dan dalam lalu menyembuhkan mata ibunya dan bibi-bibinya dengan sihir khusus. Ibu dan bibinya meninggalkan gua mereka yang dalam dan kembali dengan raja. 12 saudara mengundang Prarot untuk tinggal di istana lagi tapi Prarot mengatakan bahwa Prarot harus kembali karena Mery menunggunya.
Tapi, Mery telah meninggal. Selama menunggu lama Mery telah menumpahkan begitu banyak air mata bahkan sampai menjadi buta. Sebelum Mery meninggal, dia bersumpah akan mengikuti Prarot di setiap reinkarnasi masa depan. Kemudian dia meninggal dengan neneknya menangis di sisinya dan dikelilingi oleh pelayannya.
Ketika Prarot tiba ke kerajaan raksasa ia menyadari itu sudah terlambat. Prarot mendengar tentang sumpahnya dan membawa tubuh istrinya. Prarot akhirnya meninggal sambil membawa istrinya dalam pelukan. Akhirnya, roh mereka terbang bersama-sama untuk reinkarnasi di kehidupan berikutnya di mana mereka akan bersatu lagi.
Sumber: thaisquad.wordpress.com





Posting Komentar