Tapi salah satu masalah penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan jarang sekali dibahas bahkan tidak sama sekali. Banyak sekali daerah-daerah terutama di perbatasan negara Indonesia atau di daerah-daerah lain yang terpencil, masih hidup dengan pendapatan yang rendah. Sekarang saatnya untuk mengambil serius melihat bagaimana kemiskinan mempengaruhi pendidikan.
![]() |
| Photo by Zeyn Afuang on Unsplash |
Berikut adalah 10 fakta mengejutkan yang mungkin tidak kamu tahu tentang kemiskinan dan dampaknya pada anak-anak di sekolah.
Tertinggal Bahkan Sebelum Mereka Lahir
Kapasitas kognitif bukan hanya soal genetika, tetapi dapat sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal (lingkungan) seperti penggunaan narkoba di usia dini, racun lingkungan, gizi buruk, dan paparan stres dan kekerasan. Semua ini lebih banyak terjadi di rumah tangga yang berpendapatan rendah, dan mempengaruhi perkembangan kognitif dari tahap prenatal sampai dewasa.Perkembangan Verbal yang Kurang
Sebuah penelitian terkenal pada tahun 1995 yang dilakukan oleh Hart dan Risley menunjukkan bahwa pada usia empat tahun, anak-anak dari keluarga miskin mendengar kata-kata yang diucapkan 32 juta lebih sedikit dari rekan-rekan mereka yang lebih baik kondisinya. Penelitian yang lebih baru telah menunjukkan bahwa kualitas percakapan juga berbeda. Orang tua dengan pendidikan tinggi dan berpendapatan lebih mungkin akan melibatkan anak-anak dengan pertanyaan dan dialog yang mengundang tanggapan kreatif, sementara orang tua yang kekurangan sering tak memiliki waktu dan energi untuk sesuatu yang lebih bagi perkembangan bahasa anaknya.Kurangnya Kontrol Diri
Anak-anak yang tumbuh dalam kemiskinan sering menganggap kehidupan sebagai rangkaian situasi yang mudah menguap dan tanpa kontrol. Mereka gagal untuk mengembangkan konsepsi diri secara individu yang bebas serta mampu membuat pilihan dan bertindak atas kehendak mereka sendiri untuk membentuk kehidupan mereka yang lebih baik karena berbagai keterbatasan. Meskipun demikian, apabila seorang anak yang memiliki tekad yang kuat untuk sukses dan berhasil, tentu kemiskinan atau keterbatasan apapun bukanlah halangan. Banyak contoh di dunia ini yang berhasil menjadi kaya raya dan bergelimang harta, dengan memulai usaha dari bawah. Jadi, jangan patah semangat!Kemampuannya Masih Rendah
Kemampuan seperti mengontrol diri, pengendalian emosi, dan lain-lain terkadang masih kurang terutama apabila tidak diajarkan secara langsung oleh orangtuanya. Ketidakamanan hidup sehari-hari dalam kemiskinan mengganggu fungsi-fungsi ini dengan melepaskan hormon stres yang mengarahkan energi mereka menuju mekanisme bertahan hidup yang lebih mendasar.![]() |
| Photo by Ben Richardson on Unsplash |
Tekanan hidup tersebut di masa kecil dapat menghambat perkembangan awal anak terutama masalah akademik dan perilaku.
Lingkungan yang Menuntut
Pada dekade lalu, ketersediaan pekerjaan bergaji tinggi yang tidak terlalu membutuhkan kemampuan tinggi menciptakan siklus yang memungkinkan suatu keluarga sejahtera dan dapat mengirim anak-anak mereka ke perguruan tinggi. Tapi saat ini, bergerak keluar dari kemiskinan jauh lebih kompleks. Dengan persaingan yang lebih ketat dalam mendapatkan pekerjaan serta upah minimum yang belum cukup, mencapai kemandirian ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar pendidikan, perencanaan, dan keterampilan interpersonal.
Perbandingan Kaya vs Miskin
Reformasi pendidikan sering menunjukan perbedaan dalam nilai tes dan nilai antara satu negara dengan negara-negara industri lainnya sebagai tanda bahwa perbedaan dalam pendekatan pendidikan adalah faktor penentu. Namun saat data ditelaah kembali, ternyata anak-anak dari keluarga kaya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak yang tidak terlalu kaya. Kenyataan bahwa tingkat kemiskinan lebih tinggi di banyak negara kaya lainnya, menyebabkan hal ini terjadi.Ini Semakin Buruk
Hari ini, siswa dari keluarga berpenghasilan rendah empat setengah kali lebih mungkin untuk putus sekolah, dan bahkan mereka yang secara akademis mahir jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyelesaikan kuliah. Kesenjangan nilai antara mahasiswa kaya dan miskin telah tumbuh sebesar 42% dalam dua dekade terakhir. Dan stabilitas keuangan telah menjadi kurang dicapai bahkan untuk lulusan perguruan tinggi, dengan hanya sepertiga dari orang dewasa di bawah 35 tahun membentuk rumah tangga yang mapan.![]() |
| Photo by Jonathan Kho on Unsplash |
Melihat faktor di atas melukiskan gambaran mengerikan. Realitas bagi banyak keluarga miskin adalah pola antargenerasi di mana lingkungan anak usia dini tidak stabil dan stres menyebabkan kesiapan dan perilaku masalah akademis yang buruk, yang berpuncak pada tingkat putus sekolah yang lebih tinggi, kejahatan, dan kehamilan remaja.
Intervensi
Alih-alih mendorong pengujian nasional dan standar yang lebih tinggi di seluruh aspek, reformasi pendidikan harus fokus pada peningkatan kualitas sekolah di lingkungan yang miskin dengan investasi yang ditargetkan dirancang untuk melawan efek dari kemiskinan pada prestasi pendidikan. Selain prasekolah dan jam sekolah diperpanjang, ruang lingkup mereka dapat diperluas untuk mencakup perawatan kesehatan dan dukungan gizi, serta pelatihan orangtua dan program mentoring untuk meningkatkan stabilitas rumah tangga.Plastisitas Otak Bekerja Dua Arah
Perkembangan saraf yang terhambat pada anak usia dini dapat memberi efek negatif dalam tahap kehidupannya. Karena itu, diperlukan pelatihan memori, perhatian, pengolahan, dan kemampuan tertentu agar dapat meningkatkan kemampuan membaca dan matematika terutama sejak jenjang sekolah dasar. Selain itu, program-program seperti Reading Assistant dapat meningkatkan kemampuan siswa, yang membantu mengimbangi kemampuan bahasa verbal yang diperolehnya di rumah. Dengan demikian, kinerja otak akan optimal, terutama bagi siswa-siswa kurang mampu yang memang seharusnya mendapatkan perhatian lebih banyak.
Smart Design
Siapapun yang menjadi target, entah itu anak atau orang tua, program-program ini harus dilaksanakan dengan cara memperhitungkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Jadwal, instruksi, langkah-langkah yang lebih bertahap, ketersediaan dokumen, dan dan hal-hal lain sehingga tercipta suatu sistem cerdas dimana tujuan akhirnya adalah mengurangi kesenjangan antara siswa yang berasal dari keluarga kaya dan yang tidak.![]() |
| Photo by Muhammad Muzamil on Unsplash |
Fakta-fakta tersebut adalah keadaan pendidikan yang terjadi di Amerika Serikat. Meskipun demikian, dapat diambil pelajaran bahwa pendidikan tetaplah menjadi kunci penting untuk keluar dari kemiskinan. Lucunya, kemiskinan masih tetap menjadi kendala terbesar dalam pendidikan. Memanfaatkan pengembangan ilmu pengetahuan neuroscience dengan cara yang efektif dan praktis adalah kunci untuk memecahkan lingkaran setan ini. Hal ini penting untuk menekankan bahwa anak-anak dari lingkungan yang tidak mampu bukan berarti otaknya yang rusak atau kecerdasannya terbatas. Mereka hanya belum memiliki otak yang matang, yang menyimpan potensi-potensi besar untuk sukses.
Sumber: www.scilearn.com






Pendidikan oh pendidikan
BalasHapus