Penampakan hantu dalam film Ju-On itu mengingatkan saya pada cerita yang sudah terkenal bahkan tidak hanya di Jepang, tetapi di Indonesia pun banyak yang sudah mengenal ceritanya. Cerita legenda urban ini dikenal dengan sebutan Teke Teke.
![]() |
| Photo by Daniel Jensen on Unsplash |
Teke Teke adalah onryo (roh pendendam) yang muncul di sejumlah legenda urban. Hantu ini hampir selalu diceritakan sebagai sosok perempuan (meskipun dalam beberapa versi legenda urban, ada yang menyebutkan bahwa hantu itu laki-laki). Bagian pinggang ke bawahnya hilang, sehingga dia berlari dengan tangannya, menciptakan suara Teke Teke yang khas. Dari suara inilah, nama Teke Teke itu ada.
Teke teke mengejar para korbannya di jalan yang gelap. Meskipun tidak memiliki kaki, Teke Teke dapat berlari sangat cepat, maksud saya: sangat cepat. Bahkan dapat mengejar korban yang melaju kencang dengan mobil! Bisa dibayangkan bagaimana makhluk yang kecepatannya bisa mengejar kecepatan laju mobil dengan mudah? Ketika Teke Teke berhasil menangkap mangsanya, sesuatu yang mengerikan terjadi. Misalnya, mengiris korbannya menjadi dua di bagian pinggang dengan sabitnya yang tajam dan mencuri kaki mereka. Well, bagian ini jangan dibayangkan jika tidak ingin merasa mual.
Kisah Awal Teke Teke
Seperti kebanyakan legenda urban, ada begitu banyak versi cerita Teke Teke yang tidak mungkin diketahui bagaimana cerita aslinya atau dari mana cerita itu dimulai. Setiap tempat memiliki versi sendiri dengan detail berbeda. Dalam beberapa cerita, Teke Teke adalah korban kecelakaan tragis. Di cerita lain, Teke Teke adalah korban bunuh diri.![]() |
| Photo by Alex Knight on Unsplash |
Dalam beberapa cerita, mantra yang dapat melindungimu dari serangan Teke Teke tetapi ada pula yang berkata bahwa tidak ada yang bisa melindungimu dan kamu pasti akan mati. Dalam beberapa versi, para korban Teke Teke berubah menjadi Teke Teke itu sendiri. Hey, mirip kisah zombie di film-film, ya. Memang tidak diketahui siapa aktor dibalik Teke Teke ini, yang paling umum mengarah pada seorang wanita dari Hokkaido bernama Kashima Reiko.
Pada tahun-tahun setelah Perang Dunia 2, seorang pekerja kantor di Muroran, Hokkaido diserang dan diperkosa oleh personel militer Amerika. Malam itu, dia melompat dari jembatan ke rel kereta api dan ditabrak oleh kereta yang melaju. Dampaknya sangat kuat sehingga tubuhnya robek setengah di pinggang. Dinginnya malam Hokkaido menyebabkan pembuluh darahnya berkontraksi dan mencegah darah keluar dengan cepat. Sebaliknya, dia menggeliat dan menggeliat minta tolong selama beberapa menit. Dia merangkak sepanjang jalan ke stasiun kereta api dan terlihat oleh seorang petugas. Alih-alih mencoba membantunya, petugas stasiun hanya menutupi dia dengan terpal plastik. Dia meninggal dengan perlahan, kematian yang menyakitkan.
Menurut legenda, tiga hari setelah mendengar cerita ini, kamu akan melihat hantu seorang wanita tanpa setengah badan bagian bawah. Hantu itu adalah wanita yang tertabrak kereta itu. Hantu itu akan mencoba menangkapmu. Melarikan diri darinya tidaklah mungkin bahkan di dalam mobil sekalipun; hantu itu dapat merangkak dengan kecepatan hingga 150 km per jam!
Beberapa sumber lain mengatakan bahwa hantu itu sedang mencari kakinya yang hilang ketika dia terpotong menjadi dua. Yang lainnya mengatakan bahwa dia marah pada manusia karena tidak membantunya ketika dia sekarat. Karenanya, dia hanya ingin membantai orang sebanyak mungkin. Ketika dia menangkapmu, dia akan merobekmu menjadi dua dan mencuri bagian bawah tubuhmu.
Bagi kamu yang membaca cerita ini pada malam hari sebelum tidur, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa. Konon, Teke Teke akan mendatangimu lewat mimpi dan bertanya sesuatu kepadamu. Satu-satunya cara untuk menghindari kematian adalah dengan menjawab pertanyaannya dengan cara yang benar.
Dia akan bertanya kepadamu, "Apakah kamu memerlukan kakimu?"
Kamu harus menjawab, "Aku membutuhkannya sekarang."
Kemudian, ia akan bertanya kepadamu, "Siapa yang menceritakan kisahku kepadamu?"
Kamu harus menjawab, "Kashima Reiko.” Jika kamu menjawab pertanyaannya tanpa kesalahan, dia mungkin membiarkanmu hidup.
Kisah Lain Teke Teke
Kisah lain tentang Teke Teke berikut ini tidak kalah seramnya.
Suatu malam, Satoshi sedang berjalan pulang. Dia baru pulang dari sekolah, dan waktu itu sudah mendekati jam 10 malam. Ketika dia melewati sebuah tempat, dia melihat seorang gadis muda yang cantik di dekat bagian atas bangunan yang ditinggalkan. Dia mencondongkan tubuh ke luar jendela, dengan sikunya disangga di ambang jendela. Dia menatapnya, jijik dan iri hati bersembunyi di balik matanya.
Tiba-tiba, gadis itu melompat keluar jendela. Terkejut, Satoshi tidak bisa berbuat apa-apa selain melihatnya jatuh. Ketika gadis itu mendarat, Satoshi menyadari sesuatu yang mengerikan. Gadis itu hanya memiliki setengah tubuh. Setengah bagian bawahnya tampak terpotong oleh sesuatu.
Satoshi ingat pernah mendengar di berita tentang tragedi baru-baru ini, di mana seorang gadis secara tidak sengaja didorong dari platform kereta api dan jatuh ke rel kereta. Kereta memotongnya menjadi dua, membunuhnya seketika.
Tapi sekarang dia ada di sini, di depannya. Dia mulai menyeret dirinya ke arah Satoshi dengan sabit di satu tangannya. Ketika dia berlari ke arahnya dengan siku dan cakar seperti tangan, suara teke teke bergema di sekitarnya.
![]() |
| Photo by Artem Kovalev on Unsplash |
Tiba-tiba, gadis itu melompat keluar jendela. Terkejut, Satoshi tidak bisa berbuat apa-apa selain melihatnya jatuh. Ketika gadis itu mendarat, Satoshi menyadari sesuatu yang mengerikan. Gadis itu hanya memiliki setengah tubuh. Setengah bagian bawahnya tampak terpotong oleh sesuatu.
Satoshi ingat pernah mendengar di berita tentang tragedi baru-baru ini, di mana seorang gadis secara tidak sengaja didorong dari platform kereta api dan jatuh ke rel kereta. Kereta memotongnya menjadi dua, membunuhnya seketika.
Tapi sekarang dia ada di sini, di depannya. Dia mulai menyeret dirinya ke arah Satoshi dengan sabit di satu tangannya. Ketika dia berlari ke arahnya dengan siku dan cakar seperti tangan, suara teke teke bergema di sekitarnya.
Sebelum Satoshi bisa bergerak, gadis itu mendorong sikunya mengayunkan sabitnya di bagian tengah tubuhnya. Satoshi merasakan sabit menyobeknya, dan tak lama kemudian. Ketika dia berbaring di tanah, kegelapan mendekat di sekitarnya. Dia melihat wajah wanita itu yang penuh kebencian melayang di atasnya. Ekspresi kemenangan yang menyebalkan. Ekspresi itu akan menjadi hal terakhir yang pernah dilihatnya.
Penutup
Ada versi alternatif dari kisah ini. Dalam versi alternatif ini, hantu Teke Teke bernama Kashima Reiko menghantui setiap kamar mandi setelah dirinya jatuh di rel kereta. Jika dia melihatmu di kamar mandi, dia akan mengayunkan sabitnya, dan bertanya, "Di mana kakiku?" Jika kamu menjawab salah, dia akan memotongmu menjadi dua. Jika kamu menjawab, "Di jalur Meishin." Dia mungkin membiarkanmu hidup.Jadi, berhati-hatilah setiap waktu. Barangkali ada Teke Teke menguntit di belakangmu.
Sumber: yokai.com, jpninfo.com, bloody-disgusting.com, aminoapps.com, www.urbandictionary.com, www.thrillerteller.com





Posting Komentar