Strategi Pembelajaran Kontekstual, Apa Itu?

Soal: Perencanaan pembelajaran yang menenkankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan dihubungkan dengan situasi kehidupan sehari-hari sehingga mendorong peserta didik dapat menerapkan dalam kehidupan mereka, pilihan strategi pembelajaran yang tepat yaitu….
A. Kooperatif
B. Inkuiri
C. Problem solving
D. Discovery
E. Kontekstual

Jawaban untuk soal di atas kira-kira yang mana? Sebenarnya, jika kita memahami ciri-ciri khas setiap strategi pembelajaran, pasti dapat mudah mengerjakan soal seperti soal di atas. Jika kita perhatikan soalnya, ada beberapa poin yang perlu kita garis bawahi. Yaitu proses keterlibatan peserta didik secara penuh dan materi yang dipelajari dan dihubungkan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Nah, ciri khas ini bisa kita temukan pada strategi pembelajaran konstekstual. Jadi, jawabannya E. Tapi, apa sih strategi pembelajaran konstektual itu? Mari kita bahas lebih lanjut!

Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual sering disebut juga dengan Contextual Teaching and Learning (CTL). Strategi pembelajaran ini merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh agar dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan keadaan kehidupan nyata. Dengan begitu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa, sehingga bisa mendorong siswa untuk memiliki tanggung jawab sendiri dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

Photo by Aaron Burden on Unsplash

Proses pembelajaran berlangsung dalam bentuk kegiatan siswa mengalami sendiri, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa saja. Strategi pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada hasil. Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas, yaitu siswa.

Karakteristik Penting Pembelajaran Kontekstual

Pada strategi pembelajaran kontekstual, terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang mengguanakan strategi pembelajaran kontekstual. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Dalam strategi ini, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activing knowledge), artinya sesuatu yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh memiliki keterkaitan satu sama lain.
  2. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif, artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan, kemudian memperhatikan detailnya.
  3. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal, akan tetapi untuk dipahami dan diyakini, misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pegetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan.
  4. Memparaktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge), artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa, sehingga tampak ada perubahan pada perilaku siswa. 
  5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik (feed back) untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi.


Kata Kunci

Untuk lebih memahami dan membedakan strategi pembelajaran ini dengan strategi pembelajaran yang lainnya, maka coba perhatikan kata kunci berikut ini. Kata kunci ini erat kaitannya dengan strategi pembelajaran kontekstual.

  1. Kerjasama.
  2. Saling menunjang.
  3. Menyenangkan, tidak membosankan.
  4. Belajar dengan bergairah.
  5. Pembelajaran terintegrasi.
  6. Menggunakan berbagai sumber.
  7. Siswa aktif.
  8. Sharing dengan teman.
  9. Siswa kritis guru kreatif.


Unsur Utama

Dalam penerapan strategi pembelajaran kontekstual, maka perlu diperhatikan pula beberapa unsur utama pembelajaran agar lebih efektif dalam mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni sebagai berikut.

  1. Kontruktivisme (Contructivism), yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar membaca, menghafal dan mendengarkan, tetapi mengkontruksi atau membangun pengetahuan dan ketrampilan dengan fakta-fakta yang pernah mereka alami dalam kehidupannya.
  2. Menemukan (Inquiry), pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan siswa diharapkan bukan hasil dari mengingat fakta-fakta yang ada tetapi hasil dari penemuan siswa sendiri. Jadi guru akan merancang kegiatan belajar yang akan merujuk siswa untuk menemukan apapun sesuai materi yang diajarkan. Seperti kegiatan observasi, pengumpulan data, penyimpulan dan lain sebagainya.
  3. Bertanya (Questioning), pengetahuan yang didapatkan siswa selalu bermula dari bertanya. Bertanya dalam suatu pembelajaran dipandang sebagai kegiatan untuk mendorong dan menilai tingkat kemampuan siswa.
  4. Masyarakat Belajar (Learning Community), konsep ini menyarankan agar hasil dari belajar siswa diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Bisa dengan sharing antar teman ataupun antar kelompok.
  5. Pemodelan (Modeling), model ditujukan agar bisa ditiru oleh siswa. Model bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu, atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuatu.
  6. Refleksi (Reflection), refleksi adalah cara berfikir apa yang harus dipelajari atau berfikir belakang tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu.
  7. Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment), assessment adalah proses mengumpulkan data yang akan memberikan gambaran kepada siswa

Bagaimana penjelasannya, apakah sudah dapat dipahami? Terutama tentang strategi pembelajaran kontekstual. Mudah-mudahan, apa yang sudah dipelajari kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan yang belum PNS/PPPK dan masih berstatus honorer/guru bantu dapat diangkat menjadi PNS/PPPK segera!

Sumber: fuadhasansuccen.blogspot.com, phyexplor.blogspot.com, www.duniapgmi.com

Posting Komentar