Kurikulum adalah rencana pembelajaran yang mengatur tujuan, isi, proses, dan penilaian pendidikan di setiap jenjang dan satuan pendidikan. Kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan tantangan global. Salah satu perubahan kurikulum yang terbaru adalah Kurikulum Merdeka, yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Februari 2022 sebagai bagian dari program Merdeka Belajar.
![]() |
| Photo by LexScope on Unsplash |
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum alternatif yang memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan fokus dan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan konteks lokal, karakteristik peserta didik, dan visi sekolah. Kurikulum Merdeka juga bertujuan untuk mengembangkan profil pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang beriman, berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan berkolaborasi. Kurikulum Merdeka bisa diimplementasikan di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, namun tidak bersifat wajib. Sekolah bisa memilih salah satu dari tiga opsi kurikulum yang disediakan oleh Kemendikbudristek, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan), atau Kurikulum Merdeka.
Lalu, apa perbedaan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, terutama di jenjang sekolah dasar (SD)? Berikut adalah beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari berbagai aspek pembelajaran.
Kerangka Dasar
- Kurikulum 2013 dirancang berdasarkan tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan, sedangkan Kurikulum Merdeka menambahkan pengembangan profil pelajar Pancasila.
- Kurikulum 2013 mengatur jam pelajaran (JP) per minggu, sedangkan Kurikulum Merdeka menerapkan JP per tahun.
- Kurikulum 2013 membagi mata pelajaran menjadi kelompok A (wajib nasional), kelompok B (wajib daerah), dan kelompok C (peminatan), sedangkan Kurikulum Merdeka membagi mata pelajaran menjadi kelompok A (wajib nasional), kelompok B (wajib lokal), dan kelompok C (wajib sekolah).
Kompetensi
- Kurikulum 2013 mengembangkan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang terdiri dari empat aspek, yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan, sedangkan Kurikulum Merdeka mengembangkan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang terdiri dari lima aspek, yaitu sikap, pengetahuan, keterampilan, literasi, dan numerasi.
- Kurikulum 2013 menetapkan KD secara nasional untuk setiap mata pelajaran, sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan KD sesuai dengan konteks lokal, karakteristik peserta didik, dan visi sekolah.
Struktur
- Kurikulum 2013 memiliki struktur kurikulum yang terdiri dari 10 mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, Bahasa Asing, dan Muatan Lokal, sedangkan Kurikulum Merdeka memiliki struktur kurikulum yang terdiri dari 8 mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
- Kurikulum 2013 menetapkan alokasi JP untuk setiap mata pelajaran secara nasional, sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan alokasi JP untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan konteks lokal, karakteristik peserta didik, dan visi sekolah.
Penilaian
- Kurikulum 2013 menerapkan penilaian autentik yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sedangkan Kurikulum Merdeka menerapkan penilaian holistik yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan, literasi, dan numerasi.
- Kurikulum 2013 menggunakan instrumen penilaian yang disusun oleh guru berdasarkan KD, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan instrumen penilaian yang disusun oleh guru berdasarkan KD dan indikator pencapaian kompetensi (IPK).
- Kurikulum 2013 menggunakan skala nilai 1-4 untuk penilaian sikap, skala nilai 0-100 untuk penilaian pengetahuan dan keterampilan, dan huruf A-E untuk penilaian rapor, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan skala nilai 1-4 untuk penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan, literasi, dan numerasi, dan huruf A-E untuk penilaian rapor.
Pembelajaran
- Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi dan terintegrasi, yang mengutamakan pengembangan kompetensi peserta didik melalui integrasi antara mata pelajaran, tema, dan lintas kurikuler, sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan fokus dan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan konteks lokal, karakteristik peserta didik, dan visi sekolah.
- Kurikulum 2013 menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, KD, dan peserta didik, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, KD, IPK, dan peserta didik.
- Kurikulum 2013 menggunakan sumber belajar yang berasal dari buku teks, buku non teks, media, dan lingkungan, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan sumber belajar yang berasal dari buku teks, buku non teks, media, lingkungan, dan platform Merdeka Mengajar.
Perangkat Ajar
- Kurikulum 2013 menggunakan perangkat ajar yang disusun oleh guru berdasarkan KD, seperti silabus, RPP, lembar kerja, dan media pembelajaran, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang disusun oleh guru berdasarkan KD dan IPK, seperti silabus, RPP, lembar kerja, dan media pembelajaran, atau menggunakan perangkat ajar yang disediakan oleh platform Merdeka Mengajar.
- Kurikulum 2013 menggunakan buku teks yang disusun oleh pemerintah atau pihak lain yang sesuai dengan KD, sedangkan Kurikulum Merdeka menggunakan buku teks yang disusun oleh pemerintah atau pihak lain yang sesuai dengan KD dan IPK, atau menggunakan buku teks yang disediakan oleh platform Merdeka Mengajar.
Sumber: Percakapan dengan Bing, tirto.id, kompasiana.com, detik.com, mediaserayu.com



Posting Komentar