Kurikulum Baru; Sadar, Bermakna, dan Menyenangkan!

Kurikulum Merdeka akan segera digantikan oleh kurikulum yang baru. Sebagai guru di sebuah sekolah dasar, tentu saya harus tahu kurikulum apa yang akan menggantikannya. Namun sampai saat ini, belum ada informasi atau pelatihan terkait dengan kurikulum baru tersebut.

Maka dari itu, saya mencari sendiri tentang kurikulum ini. Terdapat tiga inti dari pembelajaran yang akan datang, yaitu; sadar, bermakna, dan menyenangkan. Yuk kita bahas satu persatu.

Kurikulum Baru

Dalam upaya penyempurnaan sistem pendidikan di Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, mengembangkan Kurikulum Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menekankan pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran. Berikut adalah beberapa poin penting dari Kurikulum Deep Learning:

Photo by National Cancer Institute on Unsplash


Mindful Learning

Mindful learning menekankan pentingnya kesadaran penuh selama proses belajar. Siswa didorong untuk lebih fokus pada apa yang sedang mereka pelajari dan hadir sepenuhnya dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dengan cara ini, siswa dapat mengelola perhatian mereka dengan lebih baik dan menghindari gangguan yang bisa menghambat proses belajar.


Photo by Taylor Flowe on Unsplash

Meaningful Learning

Pembelajaran yang bermakna bertujuan agar siswa bisa menghubungkan apa yang mereka pelajari di sekolah dengan apa yang mereka alami di luar sekolah. Materi pelajaran tidak hanya menjadi informasi yang mereka terima di kelas, tetapi juga sesuatu yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.


Joyful Learning

Joyful learning bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Dengan pendekatan ini, siswa akan merasa lebih termotivasi dan bersemangat untuk belajar, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.

Photo by Dan Dimmock on Unsplash


Kesimpulan

Kurikulum Deep Learning ini tidak hanya mengurangi volume materi, tetapi juga menekankan pada eksplorasi mendalam dan pemikiran kritis. Prof. Abdul Mu’ti berharap dengan pendekatan ini, siswa akan lebih aktif dalam berpikir dan terlibat secara penuh dalam proses belajar.

Kabar baiknya, guru juga akan diringankan beban administrasinya. Ini dapat dilihat dari disederhanakannya aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengajar) agar dapat diakses dengan lebih mudah bagi para guru di Indonesia. Bahkan namanya juga berubah menjadi Ruang GTK.

Mudah-mudahan, dengan perubahan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Juga membuat dunia pendidikan menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Posting Komentar