Puisi Cinta tentang Kita

PADA KITA PADA CINTA

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Pada angin
kutambatkan ranting-ranting kayu
yang kau patahkan siang itu
: dengan desah rindu hutan akan
hujan yang tak kunjung tertawa

Pada angkasa
kutempelkan ribuan kerikil kecil
yang terhalang sinar mentari
: mungkin ketika dia nanti tiada
kerikil kita masih akan tetap
menyimpan cahaya

Dan pada tanah
kutitipkan padi-padi layu
yang butirnya kian ringan
: hingga terbang melayang melampaui
buluh-buluh menari di samping
gubuk tempat cinta kita tergeletak
tanpa nyawa

(2009)


KISAH EMPAT BIDADARI WARNA


1/

aku biru
kau bisa menemukanku di langit siang
di samudera luas, atau di tetes air mata
anak-anak palestina yang tak henti
melempar kerikil dan batu pada
tentara-tentara neraka

/2/
aku jingga
bidadari yang selalu ada kala
senja tiba, yang senang melangkah
bersama angin
menggoda mentari agar tak cepat
meninggalkan angkasa

/3/
aku hijau
jika kau ingat kisah dewi sri
akulah kaki tangannya
tiap musim selalu menyemai padi dengan
rindu, agar mereka tak layu
agar mereka masih bisa tertawa malu-malu

/4/
aku hitam
paling bungsu dan paling
tidak tahu bagaimana caranya
tebar pesona
aku selalu sendiri, tak pernah punya cinta
melayang kesepian, meniup seruling buluh
tiap malam di gubuk tepi bukit
tempat para muda saling berpagut asmara

: ah, andai ada satu dari mereka
yang bisa melihatku
akan kutanggalkan selendang hitam ini
tak peduli jika aku tak lagi bidadari

(2009)

GADIS JENDELA DAN LELAKI ANGIN


/1/

aku sering melihatmu dari jendela
setiap malam, memegang bunga-bunga
hujan yang kau ikat dengan ilalang
tak pernah beranjak dari angin
hanya berdiri mematung di samping
setapak jalan

siapakah dirimu, duhai lelaki angin

/2/

aku selalu melihatmu pada jendela
setiap malam, membawakan bunga-bunga
hujan yang kian layu diterpa rindu
demi mu, hanya saja aku tertahan
angin hingga tak bisa kugerakan
hati untuk bertaut sapa, sekadar cengkrama

ah, aku takut
mencintaimu, gadis jendela
karena angin tak pernah
singgah
terlalu lama

(2009)

KUNANG-KUNANG HUJAN


Adakah engkau pernah mendengar
kisah tentang negeri kunang-kunang
tempat cahaya jingga menari dalam hujan
ranah angin bersemilir sepanjang
musim, membawa dingin rindu yang
membeku dalam embun

Di sanalah tempat kali pertama
legenda cinta abadi terdengar
ke dunia, jauh sebelum cinderella
kehilangan sepatu kaca

Kisah tentang putri cahaya dan pangeran
biru yang bertemu dalam purnama
saling tersenyum menatap mata
hingga ayat-ayat rindu mulai mengalun
bersama remang

Tapi seketika penyihir datang dari
selatan, terbang mengendarai
sapu kayu, ingin merebut tahta kerajaan biru

Pangeran tentu saja melawan
hingga disihirnya ia menjadi hujan
puteri cahaya menangis panjang
dan dengan sisa pendar ia menyerang
malang, ia pun disihir menjadi kunang-kunang

Penyihir tertawa membahana angkasa
malam dan terbang menuju kastil biru
mengambil alih singgasana kerajaan

Kini kunang-kunang hanya bisa mendekap
hujan setiap malam
hingga cahayanya kian redup terlamun
cinta yang menjelma gerhana

Begitulah, kunang-kunang hujan
pun menjadi legenda tentang cinta
yang tak pernah bisa saling menyapa
: walaupun jarak setipis angin dan suara

(2009)
TerlamaLebih baru

Posting Komentar