Kisah Empat Bidadari Warna
1/
![]() |
| Photo by Dawid ZawiĆa on Unsplash |
aku biru
kau bisa menemukanku di langit siang
di samudera luas, atau di tetes air mata
anak-anak palestina yang tak henti
melempar kerikil dan batu pada
tentara-tentara neraka
/2/
aku jingga
bidadari yang selalu ada kala
senja tiba, yang senang melangkah
bersama angin
menggoda mentari agar tak cepat
meninggalkan angkasa
/3/
aku hijau
jika kau ingat kisah dewi sri
akulah kaki tangannya
tiap musim selalu menyemai padi dengan
rindu, agar mereka tak layu
agar mereka masih bisa tertawa malu-malu
/4/
aku hitam
paling bungsu dan paling
tidak tahu bagaimana caranya
tebar pesona
aku selalu sendiri, tak pernah punya cinta
melayang kesepian, meniup seruling buluh
tiap malam di gubuk tepi bukit
tempat para muda saling berpagut asmara
: ah, andai ada satu dari mereka
yang bisa melihatku
akan kutanggalkan selendang hitam ini
tak peduli jika aku tak lagi bidadari
(2009)
Ketika Padi Tak Lagi Menari
selama ini aku merindukan hening
bukan pekat ataupun lekat tapi hening yang lembut
yang terbisik dari angin kala ia mengajak
jumput-jumput padi menarikan tarian
pemanggil burung-burung musim panen
pun setelah penantian lima purnama
yang tak jelas menghasilkan apa: hanya hampa
aku sadar bahwa aku menantikan arak-arak
awan putih yang berkejaran
seperti kita mengejar capung-capung
yang beterbangan dimanja angin
ketika dulu, ketika hening itu masih ada
dan kini, aku mulai percaya bahwa hening
yang kita punya adalah hening yang abadi
tak terperangkap rindu yang pernah
kita buat sendiri dari helai-helai jerami
: hening yang baka karena kita ada dalam jarak
yang tak memungkinkan
bersua
(2009)
Hujan di Mata Pagimu
hujan yang kusekap di mata pagimu
itu tak akan kubiarkan lepas
biarkan ia tetap disana
meresapi tiap embun yang berderai
kumandangkan gema ilalang yang kemayu
saat tak ada lagi angin yang berlari
mengejar pelangi
sampaikan padanya pijar rembulan
yang telah kucuri diamdiam
dari temaram
dan aku hanya berharap
hujan akan menjelma
gerimis di pekarangan
(2009)

Posting Komentar