Di banyak daerah di Indonesia, tersebar bangunan-bangunan sekolah lengkap dengan taman dan alat-alat bermainnya. Sekolah tersebut dikhususkan untuk anak-anak usia tiga sampai tujuh tahun. Kita mengenalnya dengan sebutan Taman Kanak-kanak (TK).
Taman Kanak-kanak ini dimulai dari pagi sampai sekitar jam 9 atau jam 10 pagi. Sebentar memang, seperti jadwal sekolah dasar bagi anak kelas 1 dan kelas 2. Untuk kebanyakan anak-anak, ini adalah langkah awal dalam mengembangkan keterampilan sosial, terutama dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Sebagian besar taman kanak-kanak memiliki tujuan mengajarkan keterampilan sosial, harga diri dan pengembangan kemampuan akademis seorang anak.
![]() |
| Photo by Yannis H on Unsplash |
Taman Kanak-kanak ini dimulai dari pagi sampai sekitar jam 9 atau jam 10 pagi. Sebentar memang, seperti jadwal sekolah dasar bagi anak kelas 1 dan kelas 2. Untuk kebanyakan anak-anak, ini adalah langkah awal dalam mengembangkan keterampilan sosial, terutama dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Sebagian besar taman kanak-kanak memiliki tujuan mengajarkan keterampilan sosial, harga diri dan pengembangan kemampuan akademis seorang anak.
Sejarah Taman Kanak-kanak
Ada sebuah kindergarten (taman kanak-kanak) di Watertown, Wisconsin, yang didirikan oleh Margarethe Schurz pada tahun 1856. Elizabeth Peabody telah mendirikan satu taman kanak-kanak di Boston pada tahun 1873. Tapi TK pertama di dunia didirikan oleh seorang pria bernama Friedrich Froebel.Friedrich Froebel dikenal sebagai Bapaknya Taman Kanak-kanak karena ia mengembangkan taman kanak-kanak pertama di Jerman pada tahun 1837. Taman kanak-kanaknya mengembangkan teori dan praktik yang masih digunakan hingga hari ini. Idenya adalah bahwa anak-anak perlu memiliki waktu bermain untuk belajar. TK harus menjadi tempat bagi anak untuk tumbuh dan belajar dari keterampilan sosial mereka berinteraksi dengan anak-anak lain.
Friedrich Froebel menulis sebuah buku berdasarkan teori dan praktiknya tentang lingkungan taman kanak-kanak. Buku itu dibakar oleh komunitas jerman. Mereka tidak percaya anak-anak perlu bermain sambil belajar. Mereka mengira teorinya sangat memalukan.
Taman kanak-kanak pertama didirikan untuk membantu anak-anak miskin dan yang memiliki kebutuhan khusus. Di sana mereka melakukan berbagai macam permainan. Melalui permainan ini, anak-anak dapat belajar membeda-bedakan, menganalisa, berbagi dan memecahkan masalah. Pada tahun 1872, taman kanak-kanak mendapatkan dukungan dari National Education Association, yang pada tahun 1884 mendirikan sebuah departemen khusus mengenai taman kanak-kanak. Melalui usaha banyak orang yang peduli, taman kanak-kanak berhasil masuk ke banyak sekolah, swasta dan publik.
Friedrich Froebel menulis sebuah buku berdasarkan teori dan praktiknya tentang lingkungan taman kanak-kanak. Buku itu dibakar oleh komunitas jerman. Mereka tidak percaya anak-anak perlu bermain sambil belajar. Mereka mengira teorinya sangat memalukan.
Taman kanak-kanak pertama didirikan untuk membantu anak-anak miskin dan yang memiliki kebutuhan khusus. Di sana mereka melakukan berbagai macam permainan. Melalui permainan ini, anak-anak dapat belajar membeda-bedakan, menganalisa, berbagi dan memecahkan masalah. Pada tahun 1872, taman kanak-kanak mendapatkan dukungan dari National Education Association, yang pada tahun 1884 mendirikan sebuah departemen khusus mengenai taman kanak-kanak. Melalui usaha banyak orang yang peduli, taman kanak-kanak berhasil masuk ke banyak sekolah, swasta dan publik.
Perkembangan Taman Kanak-kanak di Indonesia
Pendidikan prasekolah di Indonesia pada awalnya tidak terlalu tertinggal jauh dengan negara lain, karena sudah ada sejak abad ke-19. Sebut saja pada Zaman Belanda. Pemerintah kolonial Belanda mulai mendirikan pendidikan prasekolah di Indonesia walaupun secara terbatas untuk kalangannya sendiri namun sebagian kecil orang Indonesia yang beruntung dapat mencicipi pendidikan prasekolah tersebut yakni mereka yang berketurunan ningrat atau yang bergelar bangsawan.Kurikulum pendidikan prasekolah yang diberlakukan pada masa itu diimpor dari belanda. Kurikulum tersebut sangat diwarnai oleh pengaruh pendidikan ala Froebel yang sangat menekankan kegiatan bermain dan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan lainnya sebagai media kegiatan belajar anak. Pendidikan Taman Kanak-Kanak di zaman Belanda dikenal sebagai Frobelschool.
Pendidikan tersebut didirikan dengan tujuan agar anak dapat melakukan kebiasaan baru yang baik. Anak-anak pandai membaca, menulis dan berbahasa Belanda dan dengan persiapan tersebut anak dapat masuk ke sekolah belanda. Selain itu, dikenal pula metode Montessori yang hadir pada tahun 1938 melalui sekolah-sekolah pendidikan guru TK. Metode pendidikan Montessori menekankan kebebasan yang lebih besar kepada anak untuk mengembangkan gaya individualnya. Sasaran pendidikannya terutama diarahkan untuk membantu perkembangan kepribadian anak seperti kemandirian, kepercayaan diri, disiplin, dan lain sebagainya.
Andil seorang Ki Hajar Dewantara pun patut diperhitungkan. Setelah kembali dari pengungsiannya di Belanda, Ki Hajar Dewantara mendirikan suatu perguruan nasional dengan nama Taman Siswa. Organisasi pendidikan ini mensponsori sekolah-sekolah yang memadukan metode-metode dan isi pendidikan terbaik Eropa dengan budaya terbaik Indonesia. Dengan kata lain, sistem pendidikan ini adalah memodifikasi metode Froebel dengan metode Montessori yang disesuaikan dengan adat timur.
Pendidikan tersebut didirikan dengan tujuan agar anak dapat melakukan kebiasaan baru yang baik. Anak-anak pandai membaca, menulis dan berbahasa Belanda dan dengan persiapan tersebut anak dapat masuk ke sekolah belanda. Selain itu, dikenal pula metode Montessori yang hadir pada tahun 1938 melalui sekolah-sekolah pendidikan guru TK. Metode pendidikan Montessori menekankan kebebasan yang lebih besar kepada anak untuk mengembangkan gaya individualnya. Sasaran pendidikannya terutama diarahkan untuk membantu perkembangan kepribadian anak seperti kemandirian, kepercayaan diri, disiplin, dan lain sebagainya.
Andil seorang Ki Hajar Dewantara pun patut diperhitungkan. Setelah kembali dari pengungsiannya di Belanda, Ki Hajar Dewantara mendirikan suatu perguruan nasional dengan nama Taman Siswa. Organisasi pendidikan ini mensponsori sekolah-sekolah yang memadukan metode-metode dan isi pendidikan terbaik Eropa dengan budaya terbaik Indonesia. Dengan kata lain, sistem pendidikan ini adalah memodifikasi metode Froebel dengan metode Montessori yang disesuaikan dengan adat timur.
Program pendidikan ini ditujukan untuk anak di bawah usia 7 tahun. Pada tanggal 3 Juli 1922, beliau mendirikan Taman Lare (anak) atau Taman Anak atau Sekolah Fröbel Nasional atau Kindertuin yang akhirnya disepakati dengan nama Taman Indria (Taman Indra). Sejalan dengan prinsip-prinsip Froebel dan Montessori, Taman Indria ini memfokuskan arah pendidikannya kepada penajaman keterampilan-keterampilan sensorik anak.
Pada sekitar tahun-tahun yang sama, suatu organisasi Islam yang dikenal dengan Persatuan Wanita Aisyiyah juga membangun lembaga pendidikan prasekolah Bustanul Athfal yang pertama. Pembangun Bustanul Athfal ini dimaksudkan untuk meningkatkan sikap nasionalisme dan tujuan-tujuan keagamaan dalam merespon popularitas lembaga-lembaga prasekolah yang berorientasi Eropa.
Pada masa penjajahan Jepang, nama Frobelschool diganti dengan nama Taman Kanak-kanak. Pada waktu itu guru-guru belum mengenal kehidupan dan kebutuhan anak terutama tentang permainan, ketangkasan-ketangkasan seperti yang ada di desa-desa. Pada pendidikan Taman Kanak-Kanak diberikan nyanyian nyanyian, permainan dan cerita-cerita dari Jepang.
Perkembangan Taman Kanak-kanak ini berlangsung hingga sekarang, bahkan beberapa universitas dan pendidikan tinggi membuka program S2 untuk pendidikan guru taman kanak-kanak. Hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya pendidikan prasekolah bagi seorang anak, sehingga karakter dan kemampuannya dapat berkembang dengan baik.
Sumber: www3.nd.edu, edubedoobali.wordpress.com
Pada sekitar tahun-tahun yang sama, suatu organisasi Islam yang dikenal dengan Persatuan Wanita Aisyiyah juga membangun lembaga pendidikan prasekolah Bustanul Athfal yang pertama. Pembangun Bustanul Athfal ini dimaksudkan untuk meningkatkan sikap nasionalisme dan tujuan-tujuan keagamaan dalam merespon popularitas lembaga-lembaga prasekolah yang berorientasi Eropa.
Perkembangan Taman Kanak-kanak ini berlangsung hingga sekarang, bahkan beberapa universitas dan pendidikan tinggi membuka program S2 untuk pendidikan guru taman kanak-kanak. Hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya pendidikan prasekolah bagi seorang anak, sehingga karakter dan kemampuannya dapat berkembang dengan baik.
Sumber: www3.nd.edu, edubedoobali.wordpress.com



Posting Komentar