Pekochan yang Lucu dan Menggemaskan

Siapa yang tidak suka dengan permen? Mungkin bagi orang dewasa tidak terlalu suka, ya. Tapi berbeda dengan anak-anak, tentu makanan ini sangat digemari. Selain karena manis, juga rasanya enak. Bahkan sampai ada yang ketagihan permen dan membuat gigi-giginya rusak. Permen memang dirancang untuk digemari oleh siapapun yang memakannya, seakan-akan di dalamnya, terdapat komponen zat yang membuat para pemakainya ketagihan.

Photo by Amit Lahav on Unsplash

Ada salah satu perusahaan yang memproduksi permen di Jepang. Bukan sembarang perusahaan, tetapi perusahaan yang terkenal karena produknya yang unik. Terutama kisah nyata di balik maskot perusahaan bernama Fujiya itu. Perusahaan inilah yang memproduksi permen Milky. Slogan perusahaan ini yaitu Milky tastes like Mama.

Peko-chan dan Kisah Nyata Dibaliknya

Peko-chan adalah legenda urban dari Jepang yang menakutkan. Bercerita tentang maskot sebuah perusahaan yang menjual merek permen Milky. Peko-chan adalah maskot yang sangat populer di Jepang. Bonekanya dapat dilihat di depan banyak toko dan wajahnya yang tersenyum ada di setiap bungkus permen. Peko-chan digambarkan sebagai gadis muda dengan pipi chubby, berkuncir dengan pita merah di rambutnya. Dia selalu terlihat ceria dengan senyum lebar di wajahnya, menjilat bibirnya.
Menurut legenda urban setempat, kisah nyata di balik Peko-chan sangat menyeramkan. Mereka mengatakan bahwa Peko-chan adalah seorang gadis muda yang meninggal pada Perang Dunia II.

Gadis itu bernama Peko, berusia enam tahun. Dia tinggal bersama ibunya di sebuah desa kecil di Jepang. Selama perang, ada kekurangan makanan yang luar biasa di Jepang. Ibu dan anak itu kelaparan dan tidak ada yang bisa dimakan. Mereka harus minum air berlumpur hanya untuk tetap hidup dan menggerogoti rumput dan akar pohon hanya untuk menjaga rasa lapar mereka.

Ibu Peko tidak tahan melihat putrinya menderita, jadi dia mengambil pisau, memotong sebagian lengannya sendiri dan menawarkannya kepada Peko untuk dimakan.

Peko-chan belum pernah merasakan hal yang begitu indah dalam hidupnya. Setelah itu, dia tidak bisa melupakan rasa manis daging ibunya. Dia membunuh ibunya dan memakan seluruh tubuh ibunya. Dengan kebiasaan dan kesenangan barunya itu, Peko-chan melanjutkan hidupnya sebagai seorang kanibal.

Ada yang mengatakan bahwa alasan lidahnya keluar pada logo atau simbol perusahaan itu adalah karena dia menjilati darah ibunya yang tersisa di pipinya. Nama permen itu adalah Milky, tetapi ketika kamu mengatur ulang bunyinya, maka kamu bisa menemukan kata Kilmi. Ya, benar. Kilmi atau Kill Me, yang berarti bunuh aku, yang merupakan kata-kata terakhir ibunya. Itu sebabnya slogan perusahaan tadi, jika diterjemahkan dari bahasa aslinya, menjadi Susu yang Memiliki Rasa seperti Mama.

Perusahaan Fujiya juga memiliki maskot lain bernama Poco-chan. Dia adalah anak muda yang tersenyum dan selalu memakai topi berwarna biru. Dikatakan bahwa dia adalah pacar Peko-chan.
Menurut legenda urban, Poco adalah bocah lelaki berusia tujuh tahun yang tinggal di lingkungan Peko-chan. Setelah melahap ibunya, Peko-chan masih lapar. Dia menyerang Poco, membuka tengkoraknya untuk memakan otaknya. Poco kesakitan sehingga dia bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri dan menelannya.

Alasan Poco-chan tidak pernah memiliki lidah dalam gambar adalah karena dia memang tidak memilikinya. Dan alasan dia selalu memakai topi biru adalah untuk menyembunyikan tengkoraknya yang rusak dan otak yang terbuka.

Penutup

Cukup menyeramkan, bukan? Terkadang, apa yang kita temukan sehari-hari memiliki cerita kelamnya sendiri. Contohnya sebuah permen dari Jepang ini. Mungkin anak-anak kecil akan senang dan bergembira menerima dan memakan permen-permen ini, padahal ada kisah menyeramkan di balik kegembiraan yang terpancar dalam logo perusahaan itu. Peko-chan, yang anak-anak kecil itu tahu sebagai gadis yang menyenangkan, adalah seorang kanibal kecil dari Jepang.

Sumberwww.scaryforkids.com, aminoapps.com, pinterest.com

Posting Komentar